Skip to content

http://www.rolanrusli.com

Personal Website Rolan Rusli

Archive

Category: Farmasi Fisik I

Kromatografi Kertas

Kromatografi adalah salah satu pemisahan yang didasarkan prinsip umum “like dissolves like”. Berbagai tipe kromatografi antara lain yaitu kromatografi adsorpsi, kromatografi partisi cairan dan kromatografi pertukaran ion. Salah satu teknik pemisahan kromatografi partisi adalah kromatografi kertas. continue reading…

Difraksi Sinar-X

 

Difraksi sinar-X merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis padatan kristalin. Sinar-X merupakan radiasi gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sekitar 1 Å, berada di antara panjang gelombang sinar gama (γ) dan sinar ultraviolet. Sinar-X dihasilkan jika elektron berkecepatan tinggi menumbuk suatu logam target (Gambar 1).

 

continue reading…

Parameter Unit Sel

 

Satu unit sel biasanya memiliki parameter antara lain panjang unit sel (a, b, c), sudut unit sel (α, β, dan γ), dan lain-lain.

 

Parameter unit sel tersebut dapat dijelaskan lebih jauh dengan melihat pada gambar 1.

Pada gambar 1. terdapat 3 warna berbeda yaitu merah, biru, dan hijau. Penggunaan ketiga warna tersebut untuk membedakan masing-masing parameter agar lebih memudahkan dalam memahaminya.

 

 

continue reading…

Sistem Kristal dan Kisi Bravais

Sistem kristal dapat dibagi ke dalam 7 sistem kristal. Adapun ke tujuh sistem kristal tersebut adalah Kubus, tetragonal, ortorombik, heksagonal, trigonal, monoklin, dan triklin.

1.    Sistem kristal kubus
sistem kristal kubus memiliki panjang rusuk yang sama ( a = b = c) serta memiliki sudut (α = β = γ) sebesar 90°. Sistem kristal kubus ini dapat dibagi ke dalam 3 bentuk yaitu kubus sederhana (simple cubic/ SC), kubus berpusat badan (body-centered cubic/ BCC) dan kubus berpusat muka (Face-centered Cubic/ FCC). continue reading…

 

Diagram Latimer (Diagram Potensial Reduksi)

Ini sangat mudah untuk menginterpresikan data ketika ditampilkan dalam bentuk diagram. Potensial reduksi standar untuk set sepsis yang berhubungan dapat ditampilkan dalam diagram potensial reduksi, atau terkadang disebut Diagram Latimer. continue reading…

Persamaan Redoks

Dalam reaksi redoks, satu zat akan teroksidasi dan yang lainnya tereduksi. Proses ini terkadang mudah untuk dilihat; untuk contoh ketika balok logam tembaga ditempatkan dalam larutan perak nitrat, kristal berkilauan dari logam perak terbentuk pada permuakaan tembaga dan larutan menjadi biru. continue reading…

OKSIDASI DAN REDUKSI

 

Dalam sejarah kimia, salah satu dari perselisihan yang penuh semangat perhatian oksidasi alami. Cerita bermula dalam tahun 1718 ketika Georg Stahl, ahli kimia Jerman mengemukakan bahwa logam terbentuk dari oksida itu yang dipanaskan dengan karbon karena logam mengabsorbsi zat yang diberi nama “phlogiston”. continue reading…


 

continue reading…

Wujud Zat

  1. Gas
  2. Cair
  3. Padat

 

Perubahan wujud zat: continue reading…

Termodinamika
Thermo dan Dynamic  (aspek Energi beserta perubahannya)
Hukum-hukum Termodinamika :
  1. HK 0 : Konsen pada kesetimbangan termal dan suhu, yang dapat didefinisikan : terdapat skala suhu yang unik. Jika suatu sistem A dalam keadaan setimbang secara termal dengan sistem B, dan sistem B setimbang secara termal dengan sistem C, maka sistem A setimbang secara termal dengan sistem C.
  2. HK I : Energi pada sistem tertutup adalah tetap. Kekekalan energi = Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Energi hanya dapat dipertukarkan antar sistem atau antar sistem dan lingkungan dan sebaliknya.
  3. HK II : Kalor tidak dapat diubah seluruhnya menjadi kerja, Semua proses spontan mempunyai arah tertentu, Yang dirumuskan melalui suatu fungsi yang disebut Entropi. Ketika dua sistem berada pada kontak termal, laju panas spontan terjadi dari sistem bersuhu tinggi ke sistem yang bersuhu rendah
  4. HK III : Semua materi sempurna (perfect) memilki entropi yang sama S = 0 pada T = 0. Pada suhu tinggi, S selalu positif. Tidak mungkin untuk mendinginkan semua sistem pada T = 0. continue reading…

Kepolaran suatu zat dapat ditinjau berdasarkan nilai momen dipol. Momen dipol ini dipengaruhi oleh elektronegatifitas dari atom-atom yang berikatan. Jika dua atom berikatan yang memiliki keelektronegatifan yang sama seperti iodium (I2), maka maka akan memiliki nilai momen dipol yang berharga nol karena resultan gayanya sama dengan nol karena gayanya akan saling meniadakan. Hal ini dapat dilihat pada gambar 1. Sedangkan H2O akan bersifat polar karena memiliki keelektronegatifan yang berbeda dari atom O dan H, sehingga resultan gayanya ditunjukkan oleh tanda anak panah yang tebal pada gambar 2.

continue reading…

Destilasi

Destilasi adalah teknik untuk memisahkan larutan ke dalam masing-masing komponennya. Prinsip destilasi adalah didasarkan atas perbedaan titik didih komponen zatnya. Destilasi dapat digunakan untuk memurnikan senyawa-senyawa yang mempunyai titik didih berbeda sehingga dapat dihasilkan senyawa yang memiliki kemurnian yang tinggi.

Set Alat Destilasi

Terdapat beberapa teknik pemisahan dengan menggunakan destilasi, salah satunya adalah destilasi sederhana. Set alat destilasi sederhana (Gambar 1) adalah terdiri atas labu alas bulat, kondensor (pendingin), termometer, erlenmeyer, pemanas. Peralatan lainnya sebagai penunjang adalah statif dan klem, adaptor (penghubung), selang yang dihubungkan pada kondensor tempat air masuk dan air keluar, batu didih.

 

continue reading…