Kromatografi Kertas

Kromatografi adalah salah satu pemisahan yang didasarkan prinsip umum “like dissolves like”. Berbagai tipe kromatografi antara lain yaitu kromatografi adsorpsi, kromatografi partisi cairan dan kromatografi pertukaran ion. Salah satu teknik pemisahan kromatografi partisi adalah kromatografi kertas. Kromatografi kertas ini memiliki keuntungan karena mudah dan murah dalam pengerjaannya. Metode kromatografi kertas pada hakekatnya bersifat mikroanalitis dan biasanya tidak dapat digunakan dengan contoh yang dari 100 μg.

Secara luas pemisahan analitik kualitatif anorganik dapat efektif pada skala kecil menggunakan kromatografi kertas. Dengan kromatografi lapis tipis, kromatografi kertas digunakan dalam pekerjaan sintesis yang secara prinsipil berarti untuk mengecek kemurnian atau untuk maksud identifikasi.

Pada kromatografi kertas, digunakan kertas saring sebagai fasa diam dalam proses pemisahan. Pemilihan kertas saring yang digunakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pemisahan dan analisis kimia. Dalam memilih kertas saring sebagai fasa diam mesti memperhatikan beberapa hal antara lain adalah tingkat dan kesempurnaan pemisahan, difusitas, pembentukan spot, efek tailing, dan pembentukan komet serta laju pergerakan pelarut terutama untuk teknik descending.

Setelah kita memilih kertas saring yang akan digunakan sebagai fasa diam bagi proses pemisahan dalam kromatografi kertas, selanjutnya dilakukan pemberian batas pada kertas tersebut dengan pensil. Batas yang dibuat, berjarak 1,5 cm dari batas bawah dan atas kertas serta dari pinggiran kertas.

Pemberian batas pada kertas saring ini dimaksudkan untuk :

  1. Untuk Batas bawah, bertujuan membatasi di daerah mana sampel akan ditotolkan dimana pada tempat penotolan sampel tersebut tidak tercelup pada eluen (fasa gerak). Ini dimaksudkan agar sampel yang telah ditotolkan pada garis batas yang telah dibuat pada kertas saring tidak larut dalam fasa gerak, jika hal ini terjadi (totolan sampel tercelup pada kertas saring), maka proses elusi (pemisahan) tidak akan terjadi karena eluen tidak membawa sampel yang akan dipisahkan.
  2. Untuk batas atas dimaksudkan agar proses pembawaan sampel atau gerak eluen dapat dideteksi seberapa jauh bergerak pada fasa diamnya.

Setelah proses pemberian batas tersebut, dilakukan proses penotolan sampel pada fasa diamnya dalam hal ini adalah kertas saring. Penotolan sampel ini dilakukan dengan menggunakan pipa kapiler yang berukuran kecil. Penotolan sampel yang ditotolkan harus sekecil mungkin sehingga ketika dilakukan elusi tidak akan diperoleh pelebaran noda warna dari sampel, yang berarti pemisahan yang dilakukan dapat dikatakan baik. Namun jika diperoleh pelebaran noda warna, berarti pemisahan yang dilakukan kurang baik.

Proses elusi pada kromatografi kertas ini dilakukan dengan menggunakan pelarut atau campuran pelarut dengan perbandingan tertentu. Proses elusi pada kromatografi kertas dilakukan sampai eluen mencapai garis batas yang telah dibuat dengan pensil. Elusi yang terjadi pada kertas saring dikarenakan oleh adanya adanya kapilaritas pada kertas saring sehingga pelarut yang digunakan dapat bergerak ke bagian atas potongan kertas saring. Hal ini karena susunan serat kertas membentuk medium berpori yang bertindak sebagai tempat untuk mengalirnya fasa bergerak. Selain itu, Differential migration molekul zat terlarut dimulai bila zona tempat mendepositkan zat terlarut mulai terselimuti pelarut dengan gaya pendorong yang bersifat kapiler, karena cairan membasahi kertas bergerak pada ruang-ruang berpori. Tegangan permukaan adalah gaya pendorong untuk pergerakan secara kapiler.

Selanjutnya adalah penampakkan noda sampel agar dapat diidentifikasi dengan baik. Penampakkan noda sampel untuk ion logam dapat dilakukan dengan membuat ion logam tersebut menjadi senyawa kompleks yang memiliki warna yang khas untuk masing-masing ion logam transisi karena perbedaan dalam penyerapan panjang gelombang sehingga warna yang ada juga berbeda untuk masing-masing logam. Warnayang khas dari senyawa kompleks ini karena adanya orbital d yang tidak terisi penuh pada umumnya dari masing-masing ion logam transisi sehingga menyerap panjang gelombang yang berbeda-beda yang berdampak pada perbedaan warna masing-masing senyawa dari ion logam transisi berbeda-beda atau khas untuk masing-masing ion.

Dengan mengukur nilai jarak yang ditempuh oleh eluen dan jarak noda yang dihasilkan, nilai Rf komponen sampel dan standar dapat ditentukan. Nilai Rf bersifat karakteristik dari spesi-spesi khusus dalam macam pemisahan apapun yang diketahui, dan kadang-kadang digunakan untuk identifikasi kualitatif dari spesi yang tak diketahui.

Kromatografi Kertas