Aspek Ekonomi dan Budaya pada Kebijakan Publikasi Jurnal Internasional

Aspek Ekonomi dan Budaya pada Kebijakan Publikasi Jurnal Internasional dalam Dunia Pendidikan Tinggi di Indonesia

Publikasi ilmiah merupakan suatu kewajiban bagi Dosen dan Mahasiswa tugas akhir baik S1, S2, maupun S3. Kewajiban publikasi ilmiah bagi mahasiswa tercantum pada Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendikbud RI Nomor 152/E/T/2012 dan Surat Edaran Dirjen Belmawa Kemeristek-Dikti RI Nomor B/323/B.B1/SE/2019. Kewajiban Publikasi Ilmiah bagi dosen saat mengusulkan kenaikan pangkat atau jabatan fungsionalnya terutama ke jenjang Professor seperti tercantum pada PO PAK 2019. Karena aspek publikasi merupakan suatu kewajiban, maka bagaimanakah aspek ekonomi dan budaya pada publikasi ilmiah tersebut. Pada tulisan ini akan diberikan kajian mengenai hal tersebut.

Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendikbud RI Nomor 152/E/T/2012 tertanggal 27 Januari 2012, yaitu:

  1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada Jurnal ilmiah
  2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang terakreditasi Dikti
  3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional

Surat Edaran Dirjen Belmawa Kemeristek-Dikti RI Nomor B/323/B.B1/SE/2019 Tertanggal 31 Mei 2019, yaitu:

  1. lulusan program sarjana dan program sarjana terapan menyusun skripsi atau laporan tugas akhir dan mengunggahnya ke Repositori perguruan tinggi yang diintegrasikan di portal Repositori Tugas Akhir Mahasiswa Kemenristekdikti (rama.ristekdikti.go.id) kecuali apabila dipublikasikan di jurnal;
  2. lulusan program magister menyusun tesis atau bentuk lain yang setara dan makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi atau diterima untuk diterbitkan di jurnal internasional;
  3. lulusan program magister terapan menyusun tesis atau bentuk lain yang setara dan karya yang dipresentasikan atau dipamerkan;
  4. lulusan program doktor menyusun disertasi dan makalah yang telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi; dan
  5. lulusan program doktor terapan menyusun disertasi dan makalah yang telah diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat sinta 3 atau diterima di jurnal internasional atau karya yang dipresentasikan atau dipamerkan dalam forum internasional.

Kebijakan Publikasi ilmiah dalam kenaikan jabatan Akademik dosen secara regular sebagai Penuls pertama dan sekaligus penulis korespondensi disajikan pada Tabel 1. Sedangkan untuk kenaikan loncat jabatan akademik disaratkan seperti terlihat pada Tabel 2.

Tabel 1. Persyaratan Khusus karya Ilmiah kenaikan jabatan akademik dosen
No.Jabatan AkademikPersyaratan khusus karya ilmiah
Jurnal nasional terakreditasi peringkat 3, atau peringkat 4, atau peringkat 5, atau peringkat 6Jurnal nasional terakreditasi peringkat akreditasi 1 atau peringkat 2Jurnal internasionalJurnal internasional bereputasi
1.Asisten ahliWSSs
2.LektorWSSs
3.Lektor kepala/magisterSSWs
4.Lektor kepala/DoktorSWSS
5.ProfessorSSSW
W: wajib ada, atau boleh digantikan dengan karya ilmiah yang angka kreditnya lebih tinggi
S: disarankan ada
Sumber: PO PAK Tahun 2019

Tabel 2. Persyaratan khusus karya ilmiah untuk kenaikan loncat jabatan akademik
No.Jabatan akademikJurnal internasional bereputasi
1.Asisten ahli ke lektor kepalaW, minimal 2 buah
2.Lektor ke professorW, minimal 4 buah
W: wajib ada
Sumber: PO PAK Tahun 2019

Data atau sebaran jumlah dosen dan mahasiswa di Indonesia berdasarkan data dari DIKTI pada Statistik Pendidikan Tinggi 2020 disajikan pada Tabel 3 dan Tabel 4.

Berdasarkan data pada Tabel 3, maka dapat kita lihat jumlah Mahasiswa aktif adalah sebesar 7.476.551orang. Jika semua mahasiswa ini melakukan publikasi karya ilmiah maka akan diperoleh jumlah luaran publikasi ilmiah sebanyak 7.476.551 publikasi. Namun jumlah ini adalah jumlah total mahasiwa, artinya tidak semua adalah mahasiswa tingkat akhir, sehingga jumlah publikasi yang akan dihasilkan akan jauh lebih kecil dari jumlah tersebut.

Tabel 3. Data Jumlah Mahasiswa per Jenjang Pendidikan pada Perguruan Tinggi
No.Jenjang (Strata)Jumlah (Orang)
1.S1 (Sarjana)7.113.663
2.S2 (Magister)318.789
3.S3 (Doktor)44.099
 Total7.476.551
Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2020

Oleh karena itu, pada tulisan ini akan difokuskan pada jenjang Strata 3 (S3) atau Doktor dengan jumlah mahasiswa sebanyak 44.099 orang (Tabel 3). Selain itu akan difokuskan pula pada Publikasi Dosen, karena syarat khusus untuk kenaikan jabatan akademik ke professor adalah Jurnal Internasional bereputasi. Untuk dosen data yang akan diolah adalah data dari jenjang Lektor Kepala dengan jumlah sebanyak 29.880 orang (Tabel 4).

Tabel 4. Data Jumlah Dosen Per Jenjang Jabatan Akademik
No.Jabatan AkademikJumlah (orang)
1.Guru Besar5.479
2.Lektor Kepala29.880
3.Lektor70.630
4.Asisten Ahli80.031
5.Tanpa Jabatan87.825
  273.845
Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2020

Berdasarkan tabel 3, jumlah mahasiswa S3 sebanyak 44.099 orang, maka akan kemungkinan akan diperoleh jumlah publikasi sebanyak 44.099 Publikasi Internasional, karena salah satu syarat kelulusan mahasiswa Doktor adalah publikasi pada jurnal Internasional seperti tercantum pada edaran Dirjen Dikti Tahun 2012 dan Dirjen Belmawa Tahun 2019. Demikian pula untuk jenjang akademik Lektor kepala yang akan mengajukan kenaikan jabatan akademik ke Professor akan diperoleh jumlah publikasi jurnal internasional sebanyak 29.880 publikasi, dengan asumsi bahwa semua yang memiliki jabatan akademik lektor kepala akan berpeluang mengajukan jabatan akademik Professor. Dengan demikian total publikasi internasional yang diharapkan adalah sebesar 73.979 Publikasi, yaitu gabungan publikasi dari mahasiswa dan dari dosen yang berpeluang mengajukan jabatan ke Professor. Jumlah inilah yang dihitung dalam perhitungan aspek ekonomi dalam penerbitan jurnal Internasional.

Aspek ekonomi pada penerbitan Jurnal internasional dapat kita bagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  1. Proses perolehan Data Penelitian
  2. Proses Pembuatan Jurnal
  3. Proses Submit Jurnal
  4. Proses proof reading
  5. Biaya DOI (Digital Object Identifier)

Proses pembuatan jurnal pada prinsipnya tidak membutuhkan biaya karena penulis tinggal meluangkan waktu untuk menulis artikelnya berdasarkan data-data penelitian yang sudah dikumpulkan. Namun, untuk penulisan jurnal internasional masih ada beberapa kasus yang diperoleh dalam kesulitan penulisan jurnal karena berbasis Bahasa inggris, sehingga banyak yang membutuhkan bantuan dalam penyusunan ini. Oleh karena itu munculnya berbagai Lembaga penerjemahan dan Lembaga bantuan publikasi ilmiah menjadi angin segar bagi pada penulis yang membutuhkan tersebut.

Biaya penerjemahan Paket Standar dari Lembaga yang disarankan oleh scopus, adalah mulai USD 95 (Elsevier.com). Jika 1 USD adalah sebesar Rp 15.000,- maka biaya paket standar tersebut adalah sebesar Rp. 1.425.000,- Dengan demikian total biaya penerjemahan jika menggunakan paket standar dari Lembaga yang disarankan oleh scopus adalah sebesar Rp. 105.420.075.000,-

Proses selanjutnya adalah Submit jurnal. Pada proses ini tidak membutuhkan biaya apapun. Namun, terkadang karena kesibukan dan kebingungan dalam proses ini, maka banyak penulis yang mempercayakan proses ini pada pihak lain sehingga membutuhkan biaya untuk melakukan proses ini. Namun pada tulisan ini kami berasumsi bahwa pada proses ini tidak membutuhkan biaya sehingga kami tidak membahas aspek ekonomi pada proses ini.

Biaya accepted artikel pada beberapa jurnal adalah gratis. Namun ada pula jurnal berbayar, dan biayanya bervariasi tergantung jurnal yang dituju untuk publikasi. Pada proses ini kami mengasumsikan biaya terendah dari jurnal Scopus yang berbayar adalah Rp. 1 Juta. Dengan demikian, maka total pembiayaan untuk artikel sebanyak 73.979 artikel adalah sebesar 73.979.000.000,- (73,9 M).

Pada proses proof reading biasanya jurnal internasional akan mensarankan untuk dilakukan pada Lembaga yang mereka akui cukup baik dalam melakukan ini, Hal ini seperti pada proses penerjemahan paket standar oleh Lembaga yang diakui scopus. Sehingga untuk hal ini perhitungan jumlah pembiayaannya adalah sama seperti perhitungan pembiayaan jasa penerjemahan.

Biaya DOI secara teoritis tidak dibebankan ke penulis karena biaya ini dibayarkan oleh Lembaga penerbit jurnal. Namun Biaya ini kami sajikan karena cukup penting untuk diketahui oleh para penulis artikel jurnal. Biaya DOI per artikel setelah terbit adalah sebesar USD 1 per artikel per tahun (Crossref.org). Dengan demikian untuk total biaya jika artikel yang diterbitkan sebanyak 73.979 Artikel adalah sebesar USD 73.979, jika dirupiahkan adalah sebesar Rp. 1.109.685.000.- (Rp 1,1 M).

Dengan demikian, jika kita melakukan perhitungan total dari aspek publikasi seperti yang telah diuraikan tersebut, maka total biaya yang dikeluarkan paling sedikit adalah sekitar Rp. 75 M. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan dasar adalah apakah publikasi ilmiah merupakan bagian akademik yang tidak terpisahkan dari kegiatan akademik Perguruan tinggi ataukah bertujuan untuk peningkatan kualitas penelitian dalam negeri? Jika semua aspek ekonomi tersebut dikelola di dalam negeri, maka seberapa besar perputaran keuangan yang dapat menguntungkan bagi bangsa ini?

Dengan demikian, sebagai bagian akhir dari tulisan ini kami menyarankan kepada DIKTI agar kebijakan publikasi ilmiah pada jurnal internasional dikembalikan pada publikasi jurnal nasional sehingga semua aspek keuangan pada publikasi ilmiah Kembali ke Indonesia, sehingga dapat mensejahterahkan bangsa Indonesia. Selain itu dengan kebijakan Kembali ke Indonesia, maka aspek budaya dalam hal ini mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia bahkan mengenalkan Bahasa Indonesia pada dunia luar atau negara lain lebih terbuka luas melalui mekanisme publikasi ilmiah tersebut.

Daftar Pustaka

Crossref.org. Fees. https://www.crossref.org/fees/ diakses pada 31 Juli 2023.

Dirjen Belmawa. (2019). Surat Edaran Dirjen Belmawa Kemeristek-Dikti RI Nomor B/323/B.B1/SE/2019 Tertanggal 31 Mei 2019. Jakarta

Dirjen Dikti. (2020). Statistik Pendidikan Tinggi 2020. Jakarta.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, (2019). PO PAK Tahun 2019. Jakarta.

Dirjen Dikti, (2012). Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendikbud RI Nomor 152/E/T/2012 tertanggal 27 Januari 2012. Jakarta.

Elsevier.com. Language Editing services. https://webshop.elsevier.com/language-editing-services/language-editing/ diakses pada 31 Juli 2023.

about author

Rolan Rusli

rolan@rolanrusli.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *